Turnamen Foto Perjalanan 31 -JEJAK-

“Kamu? Ya… Mungkin kamu selanjutnya! :D” begitu kata tuan rumah sebelumnya, Mbakyu Ayu Welirang.  Atas pertimbangannya, akhirnya ia menjatuhkan “sang selanjutnya” itu kepada saya, terimakasih telah menaruh kepercayaah terhadap foto saya. Sebuah kehormatan bisa menjadi tuan rumah untuk ronde 31.

Selamat datang di rumah saya, Rumah Pentarisma. Sebagai tuan rumah yang baik, sudah sekiranya memberikan jamuan yang istimewa. Jamuan kali ini adalah “jejak”. Yah!, jejak akan menjadi jamuan yang bisa teman-teman “nikmati” dengan ragam cara dan bentuk. Silahkan disruput sedalam-dalamnya kata tersebut, lalu panggil jejak-jejak yang telah kalian lewati. Panggil ia, katakan padanya bahwa di rumah ini sedang ada gelaran perkumpulan “jejak”.

Yaps!, tema kali ini adalah Jejak. Sebuah jalinan huruf yang siapapun memilikinya dengan ragam rupa. Seperti halnya ia para peminum kopi yang meninggalkan jejak di setiap dinding-dinding cangkirnya.

DSC_1526 copy - Copy

Selamat datang para tamu, selamat datang para kontingen turnamen, selamat bergerumul dengan jejak, karena jejak adalah sebentuk rupa  yang tertinggal menjadi kenangan, bagi kita, dia, dan mereka. Sejauh manapun perjalananmu, jamahlah jejakmu, ajak ia berkumpul dan bermain di sini. Inilah Ronde ke 31!

Aturan main Turnamen Foto Perjalanan :

1. Turnamen  foto  perjalanan ronde 31 berlangsung mulai : 29 November 2013 – 14 Desember 2013, jam 23.59 WIB.
2. Foto harus hasil karya sendiri.
3. Peserta lomba TFP bebas mengupload foto dimana saja, asalkan milik/akun sendiri. Contoh;  Twitpict, Web, Blog, dll
4. Submit foto pada kolom comment artikel ini dengan format berikut :
– Nama/nama blog/nama Twitter
–  Link Blog
– Judul/Keterangan foto
– Link foto (maksimal ukuran 600 pixel)
5. Foto tidak boleh mengandung unsur SARA atau menghina pihak lain.
6. Semakin cepat upload, semakin besar juga menjadi yang terposting diatas.
7. Pengumuman pemenang: 2-3 hari setelah batas akhir turnamen pada ronde tersebut.

Turnamen Foto Perjalanan untuk Traveler Indonesia, Mengapa mengikuti Turnamen Foto Perjalanan?

1. Ajang Sharing foto. Bersama, para travel blogger Indonesia membuat album-album perjalanan yang indah. Yang tersebar dalam ronde-ronde turnamen ini. Untuk dinikmati para pencinta perjalanan lainnya.
2. Kesempatan jadi pemenang. Pemenang tiap ronde menjadi tuan rumah ronde berikutnya. Plus, blog dan temamu (dengan link ybs) akan tercantum dalam daftar turnamen yang dimuat di setiap ronde yang mendatang. Not a bad publication.

 Siapa saja yang bisa ikutan?
1. (Travel) blogger – Tak terbatas pada travel blogger profesional, blogger random yang suka perjalanan juga boleh ikut.
2. Setiap blog hanya boleh mengirimkan 1 foto. Misal DuaRansel yang terdiri dari Ryan & Dina (2 orang) hanya boleh mengirim 1 foto total.
3. Pemenang berkewajiban menyelenggarakan ronde berikutnya di (travel) blog pribadinya, dalam kurun 1 minggu. Dengan demikian, roda turnamen tetap berputar.
4. Panduan bagi tuan rumah baru akan diinformasikan pada pengumuman pemenang. Jika pemenang tidak sanggup menjadi tuan rumah baru, pemenang lain akan ditunjuk.

Nggak punya blog tapi ingin ikutan?
1. Oke deh, ga apa-apa, kirim sini fotomu. Akan tetapi, partisipasimu hanya sebatas penyumbang foto saja. Kamu nggak bisa menang karena kamu nggak bisa jadi tuan rumah ronde berikutnya.
2. Eh, kenapa nggak bikin travel blog baru aja sekalian? WordPress, Tumblr, dan Blogspot gampang kok, pakainya.

Hak dan kewajiban tuan rumah:
1. Menyelenggarakan ronde Turnamen Foto Perjalanan di blog-nya
2. Memilih tema
3. Melalui social media, mengajak para blogger lain untuk berpartisipasi
4. Meng-upload foto-foto yang masuk
5. Memilih pemenang (boleh dengan alasan apapun)
6. Menginformasikan pemenang baru apa yang perlu mereka lakukan (panduan akan disediakan)

Ronde Turnamen Foto Perjalanan:
  1. Laut – DuaRansel
  2. Kuliner – A Border that breaks!
  3. Potret – Wira Nurmansyah
  4. Senja – Giri Prasetyo
  5. Pasar – Dwi Putri Ratnasari
  6. Kota – Mainmakan
  7. Hello, Human! (Manusia) – Windy Ariestanty
  8. Colour Up Your Life – Jalan2liburan
  9. Anak-Anak – Farli Sukanto
  10. Dia dan Binatang – Made Tozan Mimba
  11. Culture & Heritage – Noni Khairani
  12. Fotografer – Danan Wahyu Sumirat
  13. Malam – Noerazhka
  14. Transportasi – Titik
  15. Pasangan – Dansapar
  16. Pelarian/Escapism – Febry Fawzi
  17. Ocean Creatures – Danar Tri Atmojo
  18. Hutan – Regy Kurniawan
  19. Moment – Bem
  20. Festival/Tarian – Yoesrianto Tahir
  21. Jalanan – PergiDulu
  22. Matahari – Niken Andriani
  23. Burung – The Traveling Precils
  24. Sepeda – Mindoel
  25. Freedom – Pratiwi Hamdhana AM
  26. Skyfall – Muhammad Julindra
  27. Jembatan – Backpackology
  28. Tuhan – Efenerr
  29. Gunung – Elisabeth Murni
  30. Batas – Ayu Welirang
  31. Jejak- Daru Aji
  32. Hemmm..Kamu?mau? Bisa jadi..iya bisa jadi..bisa jadi, bisa jadi kamulah “sang selanjutnya” 😀

Jangan lupa batas pengiriman (foto) jejak ditunggu sampai tanggal 14 Desember 2013.

UPDATE FOTO

@isna_saragihBlog

batam-251

mereka, para manusia perahu itu memang benar-benar ada. kisah pilu mereka bisa dikenang di monumen kamp pengungian vietnam di pulau galang.

*****

@dieend18Blog

finP1010343

-Jejak yang Tertinggal-

Sebagai pejalan, seharusnya kalimat: “Jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak kaki, jangan bunuh apa pun kecuali waktu, dan jangan ambil apa pun kecuali foto” bukanlah sekadar sebagai semboyan saja. Tapi harus benar-benar telah tertanam kuat di benak dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pejalan yang bisa bertanggung jawab. Setuju kan?

*****

@zamersevenBlog

pasaratjeh

-rewind-

Ku ikuti tiap centi jejak masa lalu yang masih menggerayang. Ku perhatikan lagi jendela-jendela berdebu, daun pintu berlubang, papan nama toko yang mulai lapuk. Ku lihat lagi kabel-kabel usang yang mulai kendur dan telanjang tak berpenutup. Ku pandang kembali lantainya yang makin hari makin kusam, dinding-dindingnya yang dikhianati zaman, kucing-kucingnya yang tertidur pulas. Jejak-jejaknya tak berubah. Jejak itu masih sama, selalu sama… [Pasar Atjeh]

*****

@mindoelBlog

8035321760_c9b94ddb81_o

-Jejak suku Maya-

Palenque merupakan salah satu kompleks situs peninggalan suku Maya di Meksiko yang sangat populer di kalangan wisatawan.

*****

@robbihafzanBlog

9592368675_b1ab531a87_c

-jejak melepas kepenatan-

Rutinitas selalu membuat kepala rasanya mau pecah, Berikut jejak ku ketika lari dari kepenatan rutinitas hidup, dalam sebuah foto di pantai Senggiling Pulau Bintan.

*****

@shellahudayaBlog

img_2724

-Meninggalkan Jejak di Pinang Peranakan Mansion-

Pemandangan unik yang melepas kepergian saya dari Pinang Peranakan Mansion. Stiker-stiker ini awalnya diberikan kepada setiap pengunjung Mansion untuk ditempelkan di tubuh sebagai tanda pengenal. Menariknya, di samping gerbang pintu keluar stiker-stiker ini kemudian ditempelkan begitu saja di dedaunan tanaman pot hias ini. Tampaknya para pengunjung ingin meninggalkan “jejak”nya di sini.
Saya pun menempelkan stiker kecil berwarna hijau kuning cerah milik saya di salah satu daun tersebut…
Secercah perasaan “I’ve been here” and ”Good bye” menggelitik hati.

*****

@dananwahyuBlog

51

-Jejak Hati Alam-

Tertunduk dalam doa tak mampu berpisah. Hati enggan merana merindukan keindahan danau Habema, Papua. Dimana lagi di bumi nusantara kudapat menikmati indahmu. Berharap ada yang tertinggal di sini. Akankah alam memangilku kemari. Aku menunduk mesra kepada alam. Dalam galau kulihat hati hijau di bawah kaki. Oh ini isyarat alam, jejak hatinya tepat di bawahku.

*****

@akulinaBlog

tumblr_mb7a0n01WN1qzfqiho1_1280

-pusaran jejak-

Bledug Kuwu, Purwodadi, Jateng.
Sehamparan ukuran dua kali lapangan bola tanpa tanaman apa-apa, cuma tanah bergelombang, beberapa masih ‘berdenyut’ karena menaungi panas bumi dibawah sana. beberapa gelak kecil sesekali besar dari pusaran yang berasap ini konon katanya merupakan jejak Pangeran Samodra yang bisa menjelma menjadi naga ketika ia berenang di kedalaman perut bumi menuju laut. Sang naga seskali menyembulkan kepala ke permukaan bumi memastikan jarak tempuhnya ke laut, maka jadilah tempat ini. Tempat yang juga menghasilkan garam karena mengalirkan air laut padahal letaknya jauh dari laut.

*****

@ladevagumanti Blog

img_1492

-Semburat Jingga Mengucap Sampai Jumpa-

Ada pepatah yang mengatakan “tidak ada yang abadi – apapun itu”. Kita sering lupa akan pepatah sederhana ini. Sering terlanjur bahagia dan mengucapkan janji yang mungkin nadi kita akan bergerak sangat cepat karena menyadari, terkadang janji tersebut terlalu besar untuk diwujudkan. Cukup sekedar diaminkan.

Terkadang pula, kita katakan benci saat memang jarak terlalu jauh untuk dikatupkan. Tapi saat sang tangan tak terlihat membantu merekatkan jarak, kata apa benci pun menjadi sesal untuk diucapkan.

Matahari pun sama.

Menyukai matahari terbit dan terbenam. Dan di dalam hati berkata, “Aku mau tinggal seumur hidup di sini hanya untuk melihat matahari terbit dan tenggelam.” Tapi di nafas kedua, akhirnya menyadari bahwa, “Semua tidak akan sama tanpa ada dia.”

Secantik apapun pemandangan jika masih ada jarak di antara kita, rasanya tidak akan sama.

Aku memilih merekatkan jarak dan terpasung dalam pemandangan monoton ketimbang jarak bicara begitu jauh.

Entah, di nafas kedua, aku akan akan berkata apa…

*****

@asyifa_ulyaBlog

Foto-0433

-Hanya Kita Bertiga-

Kita melarikan diri dari hiruk pikuk rombongan menuju kebisingan ibukota,
sengaja kuberjalan perlahan agar bisa mengamati langkah yang kalian tinggalkan..
dan kehidupan kita terkadang bagaikan tangga ini kawan…
Yang ku khawatirkan adalah melangkah turun,
Tunggu aku, usah tinggalkan aku sendiri disini kawan :)

*****

@Omnduut Blog

dsc_0597

-Kenangan yang Melilit di Wat Arun-

Untuk menghindari tangan-tangan jahil wisatawan, pengelola Wat Arun yang ada di Bangkok menyediakan kain panjang yang dililitkan di bagian puncak candi. Pengunjung bebas menorehkan jejak di kain ini. Dengan alat tulis seadanya, aku menuliskan kota asalku -Palembang disana. Ya, walaupun tidak nampak jelas namun setidaknya jejakku di negeri gajah putih ini tertinggal di salah satu sudut Wat Arun ;)

*****

Fe – Blog

p1070556

-jejak musim gugur di ljubljana-

Setiap helai daun keemasan yang gugur menandai perjalanan waktu – meninggalkan jejak kehangatan musim panas melangkah perlahan ke titik beku

*****

@_iirraaBlog

img_0169

-Jejak Gempa Padang-

Siapa yang tidak ingat dengan gampa Padang pada tahun 2009 berkekuatan 7,6 SR yang membuat banyak bangunan di kota Padang hancur. Salah satunya adalah gedung di atas yang saya foto saat berkunjung ke Padang enam bulan setelah gempa itu terjadi. Masih banyak bangunan yang dibiarkan seperti ini dan belum diperbaiki. Setiap melihat foto ini, saya merasa ini merupakan jejak peninggalan dari gempa Padang tahun 2009 lalu.

*****

62 responses to “Turnamen Foto Perjalanan 31 -JEJAK-”

  1. johanesjonaz says :

    selamaaaat..
    Mana gak ada sadapannya gitu lho.. blogmu sehat, garis hijau apa? ga ada…

  2. Avant Garde says :

    salam kenal mas, numpang oret2..

    nama : Isna – @isna_saragih
    blog : http://djangki.files.wordpress.com/
    keterangan : mereka, para manusia perahu itu memang benar-benar ada. kisah pilu mereka bisa dikenang monumen kamp pengungian vietnam di pulau galang.
    foto : http://djangki.files.wordpress.com/2012/05/batam-251.jpg

  3. Dee An says :

    Salam kenal mas.. Aku ikutan yak 🙂

    Nama : Dee An (@dieend18)
    Blog : http://www.adventurose.com
    Judul Foto : Jejak yang Tertinggal
    Keterangan Foto :
    Sebagai pejalan, seharusnya kalimat: “Jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak kaki, jangan bunuh apa pun kecuali waktu, dan jangan ambil apa pun kecuali foto” bukanlah sekadar sebagai semboyan saja. Tapi harus benar-benar telah tertanam kuat di benak dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pejalan yang bisa bertanggung jawab. Setuju kan?
    Link foto : http://1.bp.blogspot.com/-U6HaKXXdHTA/Upk9Czt6S4I/AAAAAAAADqU/Ftvc0D3c-2E/s1600/finP1010343.JPG

  4. Teuku Amir says :

    nama: Teuku Amir
    blog: http://zamerseven.wordpress.com
    twitter: @zamerseven
    link foto: http://zamerseven.wordpress.com/2013/11/30/rewind-the-memory/
    judul: rewind
    keterangan:
    Ku ikuti tiap centi jejak masa lalu yang masih menggerayang. Ku perhatikan lagi jendela-jendela berdebu, daun pintu berlubang, papan nama toko yang mulai lapuk. Ku lihat lagi kabel-kabel usang yang mulai kendur dan telanjang tak berpenutup. Ku pandang kembali lantainya yang makin hari makin kusam, dinding-dindingnya yang dikhianati zaman, kucing-kucingnya yang tertidur pulas. Jejak-jejaknya tak berubah. Jejak itu masih sama, selalu sama… [Pasar Atjeh]

  5. M I N D Y (@mindoel) says :

    Nama: Mindy (@mindoel)
    Blog: http://www.mindoel.blogspot.de
    Link foto: http://www.flickr.com/photos/mindyjordan/8035321760/in/set-72157631648902963
    Judul: Jejak suku Maya
    Keterangan: Palenque merupakan salah satu kompleks situs peninggalan suku Maya di Meksiko yang sangat populer di kalangan wisatawan.

  6. Avant Garde says :

    kok masih sepi ya mas …

  7. Robbi Hafzan says :

    permisi sahabat, numpang meninggalkan jejak 🙂

    Rutinitas hari hari yang menjenuhkan bikin kepala rasa ingin meledak 😀 ini salah satu jejak ku lari dari sesaknya kehidupan

    Robbi Hafzan/ robbihafzan.worltdpress.com
    – Link Blog : http://robbihafzan.wordpress.com/category/foto-traveling/
    – Judul: jejak melepas kepenatan
    -link foto : http://robbihafzan.files.wordpress.com/2013/08/9592368675_b1ab531a87_c.jpg

    • rumahpentaprisma says :

      Siiap, jejak diterima,….hehhehe 🙂 oiya, btw belum ada keterangan fotonya lho mas, bru ada judulnya aja…

      • Robbi Hafzan says :

        Maaf sahabat, ku salah meletakkan keterangan foto 🙂

        Baiklah, keterangan foto:

        Rutinitas selalu membuat kepala rasanya mau pecah, Berikut jejak ku ketika lari dari kepenatan rutinitas hidup, dalam sebuah foto di pantai Senggiling pulau bintan 🙂

  8. shellahudaya says :

    Nama: Shella Hudaya (@shellahudaya)
    Blog: http://medischfun.wordpress.com/
    Link foto: http://medischfun.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wpgallery/img/t.gif
    Judul: Meninggalkan Jejak di Pinang Peranakan Mansion
    Keterangan:
    Pemandangan unik yang melepas kepergian saya dari Pinang Peranakan Mansion. Stiker-stiker ini awalnya diberikan kepada setiap pengunjung Mansion untuk ditempelkan di tubuh sebagai tanda pengenal. Menariknya, di samping gerbang pintu keluar stiker-stiker ini kemudian ditempelkan begitu saja di dedaunan tanaman pot hias ini. Tampaknya para pengunjung ingin meninggalkan “jejak”nya di sini.
    Saya pun menempelkan stiker kecil berwarna hijau kuning cerah milik saya di salah satu daun tersebut…
    Secercah perasaan “I’ve been here” and ”Good bye” menggelitik hati…

  9. Danan Wahyu Sumirat says :

    Nama: Danan Wahyu
    twitter: @dananwahyu
    Blog : http://www.dananwahyu.com
    Link foto: http://dananwahyu.files.wordpress.com/2013/07/51.jpg
    Judul: Jejak Hati Alam
    Caption:
    Tertunduk dalam doa tak mampu berpisah. Hati enggan merana merindukan keindahan danau Habema, Papua. Dimana lagi di bumi nusantara kudapat menikmati indahmu.

    Berharap ada yang tertinggal di sini. Akankah alam memangilku kemari. Aku menunduk mesra kepada alam. Dalam galau kulihat hati hijau di bawah kaki. Oh ini isyarat alam, jejak hatinya tepat di bawahku.

    —————–

    maaf kakak kalo terlalu absurd lagi galau , eaaaa

  10. dibaliksorelucille says :

    Nama: Lina Maharani [@akulina]
    Blog: http://dibaliksorelucille.wordpress.com
    link foto: http://greenkerolina.tumblr.com/image/32656402793
    judul: pusaran jejak
    deskripsi:
    Bledug Kuwu, Purwodadi, jateng.
    sehamparan ukuran dua kali lapangan bola tanpa tanaman apa-apa, cuma tanah bergelombang, beberapa masih ‘berdenyut’ karena menaungi panas bumi dibawah sana. beberapa gelak kecil sesekali besar dari pusaran yang berasap ini konon katanya merupakan jejak Pangeran Samodra yang bisa menjelma menjadi naga ketika ia berenang di kedalaman perut bumi menuju laut. Sang naga seskali menyembulkan kepala ke permukaan bumi memastikan jarak tempuhnya ke laut, maka jadilah tempat ini. Tempat yang juga menghasilkan garam karena mengalirkan air laut padahal letaknya jauh dari laut.

  11. dibaliksorelucille says :

    Nama: Lina Maharani [@akulina]
    Blog: http://dibaliksorelucille.wordpress.com
    link foto: http://greenkerolina.tumblr.com/image/2477095991
    judul: pantai tanpa jejak
    deskripsi:
    biasanya berjalan di tepian pantai akan meninggalkan jejak kaki yang senantiasa merantai namun kalau terlalu dekat dengan jangkauan ombak, yang ada jejak kaki terhapus oleh sapuan ombak. Ah, andaikata melupakan itu semudah ombak menyapukan jejak kaki~

  12. ladeva says :

    Kakak,

    Aku ikutan ya 😀

    Nama : Deva
    Twitter: @ladevagumanti
    Blog : http://letspackandgo.wordpress.com/
    Judul: Semburat Jingga Mengucap Sampai Jumpa.
    Link Foto: http://letspackandgo.files.wordpress.com/2013/12/img_1492.jpg

    Keterangan :
    Ada pepatah yang mengatakan “tidak ada yang abadi – apapun itu”. Kita sering lupa akan pepatah sederhana ini. Sering terlanjur bahagia dan mengucapkan janji yang mungkin nadi kita akan bergerak sangat cepat karena menyadari, terkadang janji tersebut terlalu besar untuk diwujudkan. Cukup sekedar diaminkan.

    Terkadang pula, kita katakan benci saat memang jarak terlalu jauh untuk dikatupkan. Tapi saat sang tangan tak terlihat membantu merekatkan jarak, kata apa benci pun menjadi sesal untuk diucapkan.

    Matahari pun sama.

    Menyukai matahari terbit dan terbenam. Dan di dalam hati berkata, “Aku mau tinggal seumur hidup di sini hanya untuk melihat matahari terbit dan tenggelam.” Tapi di nafas kedua, akhirnya menyadari bahwa, “Semua tidak akan sama tanpa ada dia.”

    Secantik apapun pemandangan jika masih ada jarak di antara kita, rasanya tidak akan sama.

    Aku memilih merekatkan jarak dan terpasung dalam pemandangan monoton ketimbang jarak bicara begitu jauh.

    Entah, di nafas kedua, aku akan akan berkata apa…

    Kepanjangan ya Kak…hahahhaaha…perdana nich ikutan Turnamen Foto Perjalanan 😀

  13. Rifa'atul Khair says :

    Kakaaaaaaaak, Aku ikutan ya’

    – Nama: Rifa Atul Khair
    – Nama blog: Heart, Head, Hand
    – Twitter: @asyifa_ulya
    – Link Blog: http://riefaghaniyah.blogspot.com/
    – Judul: Hanya Kita Bertiga
    – Link foto: http://riefaghaniyah.blogspot.com/2013/12/hanya-kita-bertiga.html

    – Keterangan foto:
    Kita melarikan diri dari hiruk pikuk rombongan menuju kebisingan ibukota,
    sengaja kuberjalan perlahan agar bisa mengamati langkah yang kalian tinggalkan..
    dan kehidupan kita terkadang bagaikan tangga ini kawan…
    Yang ku khawatirkan adalah melangkah turun,
    Tunggu aku, usah tinggalkan aku sendiri disini kawan 🙂

  14. omnduut says :

    Salam kenal mas 🙂 ikut meramaikan ya ^^

    Nama: Omnduut
    Twitter: @Omnduut
    Link Blog: http://omnduut.wordpress.com/
    Judul: Kenangan yang Melilit di Wat Arun
    Link Tulisan : http://omnduut.wordpress.com/2013/12/12/kenangan-yang-melilit-di-wat-arun/
    Link foto: hhttp://omnduut.files.wordpress.com/2013/12/dsc_0597.jpg

    Keterangan foto:

    Untuk menghindari tangan-tangan jahil wisatawan, pengelola Wat Arun yang ada di Bangkok menyediakan kain panjang yang dililitkan di bagian puncak candi. Pengunjung bebas menorehkan jejak di kain ini. Dengan alat tulis seadanya, aku menuliskan kota asalku -Palembang disana. Ya, walaupun tidak nampak jelas namun setidaknya jejakku di negeri gajah putih ini tertinggal di salah satu sudut Wat Arun 😉

  15. Feº A says :

    Ikutan juga ya..
    Nama: Fe
    Nama blog: fe’s world, about my travel notes around the world
    Link blog: http://fesworld.wordpress.com
    Link foto: http://fesworld.wordpress.com/2013/11/20/cacao-dan-gerimis-dimusim-gugur/#jp-carousel-1200
    Judul foto: jejak musim gugur di ljubljana

  16. Rara says :

    Ikut meramaikan ya,,,

    Nama: Ira
    Nama Blog: coklat dan hujan
    Nama Twitter: @_iirraa
    Link blog: http://coklatdanhujan.wordpress.com/
    Judul: Jejak Gempa Padang
    Link Tulisan: http://coklatdanhujan.wordpress.com/2013/12/13/jejak-gempa-padang/
    Link foto: http://coklatdanhujan.files.wordpress.com/2013/12/img_0169.jpg

    Keterangan:
    Siapa yang tidak ingat dengan gampa Padang pada tahun 2009 berkekuatan 7,6 SR yang membuat banyak bangunan di kota Padang hancur. Salah satunya adalah gedung di atas yang saya foto saat berkunjung ke Padang enam bulan setelah gempa itu terjadi. Masih banyak bangunan yang dibiarkan seperti ini dan belum diperbaiki. Setiap melihat foto ini, saya merasa ini merupakan jejak peninggalan dari gempa Padang tahun 2009 lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: